Perbedaan Beat Fi dan Beat ESP, lebih bagus mana

Perbedaan Beat Fi dan Beat ESP, bagus mana. Mulai dari desain motor, Teknologi pendukung, fitur bawaan, performa mesin, konsumsi BBM dan harga

Perbedaan Beat Fi dan Beat ESP

Apakah BeAT FI dan BeAT eSP beda?

Honda BeAT FI dan Honda BeAT eSP adalah dua generasi skuter matik terlaris di Indonesia dari pabrikan Honda. Perbedaan Beat FI dan Beat eSP paling mencolok terletak pada teknologi mesin, sistem starter, serta fitur penghemat bahan bakar yang dibawanya.

Honda BeAT FI dirilis oleh Astra Honda Motor (AHM) untuk menggantikan versi karburator, sementara Honda BeAT eSP hadir membawa teknologi Enhanced Smart Power yang membuat pembakaran lebih sempurna, tarikan lebih halus, dan tentunya jauh lebih efisien di perkotaan.

Meskipun sama-sama mengandalkan sistem injeksi PGM-FI dan berkapasitas mesin 110 cc SOHC, evolusi dari BeAT FI ke eSP membawa banyak peningkatan signifikan pada performa, kenyamanan berkendara, serta fitur modern yang ditawarkan bagi para commuter di Indonesia.

Evolusi Generasi, Tahun Keluaran, dan Teknologi

Jika kita berbicara mengenai sejarah lini produk skuter matik Honda di Indonesia, kita tidak bisa melewatkan bagaimana motor sejuta umat ini bertransformasi dari masa ke masa.

Honda BeAT FI diproduksi pertama kali pada rentang tahun 2012 hingga 2014.

Motor ini menandai era transisi penting di mana AHM meninggalkan sistem karburator konvensional dan beralih sepenuhnya ke teknologi injeksi PGM-FI (Programmed Fuel Injection) dengan kode mesin K25A demi memenuhi standar emisi gas buang yang lebih ketat sekaligus menjaga efisiensi bahan bakar.

Memasuki bulan Desember 2014, pabrikan asal Jepang ini meluncurkan generasi penerus yang membawa angin segar di dunia otomotif roda dua, yakni Honda BeAT eSP.

Penggunaan teknologi Enhanced Smart Power (eSP) dipadukan dengan sistem pendingin udara dan transmisi CVT otomatis membuat mesin BeAT eSP bekerja jauh lebih senyap dan bertenaga di putaran bawah.

Teknologi ini tidak berdiri sendiri, melainkan dikombinasikan dengan inovasi canggih seperti ACG Starter untuk menghidupkan mesin tanpa suara kasar dan fitur Idling Stop System (ISS) pada varian tertinggi untuk mematikan mesin secara otomatis saat berhenti di lampu merah.

Dari sisi efisiensi bahan bakar, konsumsi BBM BeAT FI tercatat berada di kisaran 1 liter untuk 58 kilometer.

Angka ini kemudian ditingkatkan secara signifikan pada versi BeAT eSP yang mampu menembus rasio konsumsi BBM hingga 1 liter untuk 63 kilometer, atau mengalami penghematan sekitar 8 hingga 9 persen.

Mengenai dimensi bodi, BeAT eSP sedikit lebih besar dengan panjang 1.867 mm, lebar 678 mm, dan tinggi 1.074 mm, serta wheelbase 1.256 mm, yang memberikan kestabilan berkendara lebih baik dibandingkan dimensi BeAT FI (1.863 × 675 × 1.072 mm).

Kecepatan maksimum (top speed) BeAT FI berada di angka 91 km/jam dengan akselerasi 0–200 meter dalam 13,10 detik, sementara BeAT eSP sedikit lebih unggul dengan kecepatan puncak mencapai 94 km/jam dan akselerasi lebih cepat di angka 12,6 detik.

Ukuran ban standar pabrikan juga mengalami penyesuaian untuk traksi optimal di jalanan perkotaan Indonesia.

6 Poin PerbandinganBeat FI vs Beat eSP

Untuk membantu kita memahami mana yang lebih unggul sesuai kebutuhan berkendara sehari-hari, mari kita bedah perbandingan teknis keduanya secara lebih mendalam:

1. Teknologi Mesin

Honda BeAT FI masih mengandalkan mesin injeksi standar PGM-FI generasi awal.

Sementara itu, Honda BeAT eSP sudah mengadopsi teknologi Enhanced Smart Power (eSP) yang dilengkapi dengan offset cylinder, roller rocker arm, serta desain ruang bakar yang dioptimalkan untuk meminimalkan gesekan antar komponen internal mesin, sehingga tenaga tersalurkan secara lebih efisien dan ramah lingkungan.

2. Perbandingan Kompresi

Dapur pacu BeAT FI dirancang dengan rasio kompresi 9,2 : 1 yang ramah terhadap bahan bakar RON rendah. Di sisi lain, BeAT eSP hadir dengan rasio kompresi yang sedikit lebih tinggi, yakni 9,5 : 1.

Kompresi yang lebih padat ini bertujuan untuk menghasilkan proses pembakaran yang lebih sempurna demi mendongkrak tenaga serta efisiensi termal mesin.

3. Tenaga dan Torsi Maksimum

Meskipun sama-sama mengusung kapasitas mesin di kelas 110 cc, performa yang dihasilkan berbeda.

BeAT FI mampu memuntahkan tenaga maksimum sebesar 8,52 PS pada 8.000 rpm dengan torsi 8,68 Nm pada 6.500 rpm.

Sedangkan BeAT eSP menghasilkan tenaga sedikit lebih besar yaitu 8,68 PS pada 7.500 rpm dan torsi puncak 9,01 Nm pada 6.000 rpm, yang berarti tarikan bawah BeAT eSP terasa lebih responsif tanpa harus memutar gas terlalu dalam.

4. Sistem Starter

Salah satu pembeda paling ikonik bagi pengendara adalah sistem staternya.

BeAT FI masih menggunakan dinamo starter konvensional yang kerap mengeluarkan suara “cletak” yang cukup kasar saat tombol electric starter ditekan.

Sebaliknya, BeAT eSP sudah mengusung teknologi ACG Starter (Alternating Current Generator), di mana mesin menyala secara halus tanpa suara bising sekaligus mengintegrasikan sistem kelistrikan motor.

5. Kapasitas Aki

Kebutuhan kelistrikan pada motor matic modern tentu semakin meningkat. BeAT FI dibekali dengan kapasitas aki konvensional sebesar 3 Ah.

Mengingat BeAT eSP mengusung fitur kelistrikan yang lebih kompleks seperti sistem injeksi canggih dan ISS pada varian tertentu, kapasitas akinya ditingkatkan menjadi 5 Ah agar suplai daya ke komponen elektronik tetap stabil dan tahan lama.

6. Fitur ISS (Idling Stop System)

Pada BeAT FI, fitur pemati mesin otomatis saat berhenti belum tersedia sama sekali. Fitur ISS baru diperkenalkan dan disematkan pada varian tertentu dari lini BeAT eSP.

Teknologi ini berfungsi mematikan mesin secara otomatis setelah motor berhenti selama lebih dari 3 detik, dan mesin akan langsung hidup kembali hanya dengan memutar sedikit tuas gas, yang sangat membantu menghemat bahan bakar saat berkendara di kemacetan kota.

Terakhir

Setelah membandingkan berbagai aspek teknis dan fitur di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa Honda BeAT eSP jauh lebih unggul dalam hal efisiensi bahan bakar, kenyamanan berkendara berkat starter halus ACG, respons torsi bawah yang lebih baik, serta kelengkapan fitur modern seperti ISS.

Motor ini sangat cocok bagi pengendara yang mendambakan kenyamanan mobilitas harian di perkotaan.

Di sisi lain, Honda BeAT FI tetap menjadi opsi fungsional yang rasional bagi pengguna dengan anggaran terbatas yang mencari motor matic injeksi dasar dengan biaya perawatan di bengkel umum yang sangat ekonomis dan mudah ditangani oleh mekanik mana pun.

Q&A

1. BeAT FI dengan BeAT eSP apakah sama?

Tidak sama. Meskipun kedua skuter matik ini sama-sama menggunakan sistem injeksi bahan bakar dan berkapasitas mesin sekitar 110 cc.

 BeAT eSP merupakan generasi yang lebih baru dengan teknologi mesin yang lebih canggih, starter halus, serta konsumsi bahan bakar yang lebih irit dibandingkan BeAT FI.

2. BeAT eSP itu tahun berapa?

Honda BeAT eSP pertama kali diluncurkan di Indonesia oleh Astra Honda Motor pada bulan Desember 2014, dan lini produksinya terus berlanjut serta mengalami beberapa kali pembaruan desain hingga era kemunculan rangka eSAF.

3. Beat paling bagus Beat apa?

Penilaian “paling bagus” sangat subjektif tergantung kebutuhan.

Namun, dari segi teknologi, fitur modern, dan efisiensi, varian BeAT eSP dan generasi terbarunya seperti BeAT Deluxe jauh lebih unggul dibandingkan generasi BeAT karburator maupun BeAT FI awal.

4. Beat apa yang paling irit?

Honda BeAT eSP dikenal jauh lebih irit dibandingkan BeAT FI berkat kombinasi teknologi Enhanced Smart Power, sistem pembakaran yang dioptimalkan, serta fitur Idling Stop System (ISS) yang menekan konsumsi bahan bakar saat motor berhenti di jalan raya.

5. Honda Beat paling bandel tahun berapa?

Banyak mekanik dan pengguna menilai lini Honda BeAT generasi awal injeksi hingga era BeAT eSP (sekitar tahun 2012–2018) memiliki ketahanan mesin yang sangat bandel, tidak rewel, serta mudah dalam hal perawatan rutin harian.

6. Apa kelemahan Beat eSP?

Beberapa kekurangan yang kerap dikeluhkan pengguna BeAT eSP meliputi suspensi belakang yang cenderung agak keras saat melintasi jalan berlubang, kapasitas bagasi yang tergolong kecil, serta masalah kelistrikan pada aki jika sistem ISS sering dipaksakan dalam kondisi aki yang mulai melemah.

R. Hanif
R. Hanif

Saya suka dengan dunia otomotif. Untuk anda yang butuh tips dan trik seputar otomatif, terutama beberapa produknya, bisa cek tulisan saya ya.

Articles: 445